Berita Game

Valve Akui Ada Masalah AI Slop di Steam, tapi Tak Mau Jadi Gatekeeper

5 menit baca Diperbarui
Valve Akui Ada Masalah AI Slop di Steam, tapi Tak Mau Jadi Gatekeeper
Sumber gambar: PC Gamer

Valve akhirnya buka suara soal AI slop di Steam. Dalam acara Steam Indie Connect di Korea Selatan pada 27 Oktober 2026, dua perwakilan Valve mengakui platform mereka punya masalah game buatan asal-asalan dan game clone, terutama setelah Next Fest Oktober 2026 ramai dikeluhkan, seperti dilaporkan Inven Global.

Meski begitu, Valve tidak mengumumkan kebijakan baru. Soal AI slop di Steam, jawaban mereka kira-kira "kami tahu dan sedang memikirkannya", sambil menegaskan tidak mau mengatur tools apa yang boleh dipakai developer. Berikut rangkuman lengkapnya.

Valve Akui AI Slop di Steam dalam Acara Steam Indie Connect

Tom Giardino dan Marc Wilkinson dari Valve membahas AI slop di Steam
Sumber: Inven Global

Pengakuan ini muncul di Steam Indie Connect, acara yang digelar bersama oleh Valve, panitia Busan Indie Connect Festival, dan Korea Creative Content Agency (KOCCA). Lokasinya di Korea Selatan. Sesi tanya jawab dengan para developer indie jadi panggung pembahasan soal banjir game berkualitas rendah.

Siapa yang bicara soal AI slop di Steam

Pembicaranya adalah Tom Giardino dan Marc Wilkinson dari Steam Business Team Valve. Keduanya menjawab keresahan developer yang takut karyanya tenggelam di antara game buatan AI dan tiruan murahan.

Bukan pengumuman resmi Valve

Perlu dicatat, Valve belum merilis pernyataan lewat blog atau Steamworks. Semua kutipan berasal dari laporan atas sesi tanya jawab di acara tersebut, jadi belum ada dokumen kebijakan yang bisa dirujuk.

Developer Cerita soal Email Pemerasan dan Ancaman Clone AI

Sesi tanya jawab Steam Indie Connect soal AI slop di Steam dan game clone
Sumber: Inven Global

Bagian paling mengejutkan datang dari seorang developer yang bercerita bahwa studio indie menerima email pemerasan. Isinya ancaman: kalau tidak bayar, game mereka akan dikloning pakai AI dan dirilis lebih dulu. Ini bentuk lain dari masalah AI slop di Steam yang bukan sekadar soal kualitas.

Respons Valve soal pemerasan di Steam

Giardino mengaku itu pertama kalinya ia mendengar kasus seperti ini. Menurutnya, pemerasan lebih dekat ke urusan aparat penegak hukum. Tapi Valve meminta developer yang mengalaminya melapor, supaya kasusnya bisa ditelusuri dan dibantu.

CatatanSebuah media menyebut ada laporan terpisah soal developer yang dimintai uang dalam bentuk Steam items. Detail itu belum terverifikasi di sumber lain, jadi kami tidak memasukkannya sebagai fakta.

Kenapa AI Slop di Steam Terlihat Banyak Saat Next Fest

Halaman Steam penuh game, tempat AI slop di Steam ikut terekspos saat Next Fest
Sumber: GamesRadar+

Wilkinson menjelaskan cara kerja Next Fest. Pada dua hari pertama, game ditampilkan secara hampir acak. Setelah itu, rekomendasi personal mulai berjalan sesuai selera tiap pemain.

Tampilan acak dan trade-off untuk AI slop di Steam

Menurut Wilkinson, tampilan acak itu dibuat untuk mencegah penyalahgunaan sistem dan memberi semua game porsi exposure yang adil. Ia mengakui ada trade-off: sebagian game berkualitas rendah ikut terekspos. Ia juga menilai banyak artikel soal banjir game murahan hanya berdasar data dua hari pertama event.

Jumlah game Next Fest yang terus membengkak

Giardino menyebut tiga tahun lalu Next Fest hanya berisi sekitar 50 sampai 100 game. Sekarang jumlahnya ribuan. Angka pasti untuk edisi Oktober 2026 belum terverifikasi, karena tiap media menyebut angka kasar yang berbeda.

Dari kubu mantan orang dalam, veteran Valve Chet Faliszek menyebut Next Fest kali ini kebanjiran slop dan karya AI murahan, dan ia khawatir PC jadi seperti mobile, seperti dikutip GamesRadar+.

Sikap Valve soal AI Slop di Steam, Bukan Gatekeeper

Logo Steam di tengah kumpulan game, simbol sikap Valve soal AI slop di Steam
Sumber: Yahoo

Inti pernyataan Giardino cukup jelas. Valve tidak mau jadi "gatekeepers telling developers which tools they should or shouldn't use". Pakai AI atau tidak, menurutnya adalah keputusan developer. Ia juga mengingatkan bahwa game clone sudah ada jauh sebelum AI, dan AI hanya mempercepat lajunya.

Belum ada kebijakan AI baru di Steam

Tidak ada kebijakan AI baru atau filter AI yang diumumkan. Giardino menyatakan Valve tidak akan membatasi akses developer, melainkan membuat Steam lebih pintar dan dinamis. Wilkinson menambahkan bahwa Valve sangat sadar akan masalah ini dan cukup banyak orang di dalam perusahaan yang sedang memikirkan solusinya. Penilaian Inven Global pun senada: soal AI slop di Steam, Valve baru sampai tahap mengakui dan mempertimbangkan.

Saran Valve untuk developer

Untuk developer yang takut ditiru, Valve menyarankan membangun komunitas dan terus memperbarui game dengan fitur serta kepribadian sendiri. Jangan bergantung pada satu mechanic yang mudah dicopy.

Tips buat pemainDi tengah banjir AI slop di Steam, andalkan review pemain, demo, dan rekomendasi yang kamu percaya. Contohnya review Phantom Blade Zero atau cara main Dark Souls 2 Seamless Co-op kalau kamu cari game PC yang jelas kualitasnya.

Siapkan Saldo Game Steam Favoritmu di Tengah AI Slop di Steam

Biar tidak ketinggalan game yang memang layak dimainkan, siapkan saldo untuk game live service favoritmu. Pembayaran lewat QRIS, GoPay, dan virtual account bank (minimum Rp50.000), dengan proses otomatis 24 jam. Produk lain bisa kamu lihat di katalog IndoTopup.


Penutup, Kabar AI Slop di Steam Masih Menunggu Solusi Nyata

Pengakuan Valve soal AI slop di Steam memang melegakan karena masalahnya akhirnya diakui, tapi belum ada langkah konkret yang diumumkan. Untuk sekarang, pemain dan developer masih harus berhati-hati sambil menunggu perkembangan berikutnya dari Valve.

FAQ AI Slop di Steam

Apakah Valve melarang game buatan AI di Steam?

Belum. Tidak ada kebijakan AI baru atau filter AI yang diumumkan. Valve menyebut pakai AI atau tidak adalah keputusan developer.

Di mana Valve mengakui masalah AI slop di Steam?

Di acara Steam Indie Connect di Korea Selatan pada 27 Oktober 2026, lewat Tom Giardino dan Marc Wilkinson dari Steam Business Team.

Kenapa banyak game murahan muncul saat Next Fest?

Menurut Wilkinson, dua hari pertama Next Fest menampilkan game secara hampir acak agar adil dan mencegah penyalahgunaan sistem. Akibatnya, sebagian game berkualitas rendah ikut terekspos.

Apa yang harus dilakukan developer yang menerima email pemerasan?

Valve meminta developer melaporkan kasusnya agar bisa ditelusuri dan dibantu. Giardino menyebut pemerasan lebih dekat ke ranah aparat penegak hukum.

Apakah Valve sudah punya solusi untuk AI slop di Steam?

Belum ada solusi pasti. Valve hanya menyatakan sangat sadar akan masalahnya dan sedang memikirkan cara menyelesaikannya, tanpa detail teknis.

Artikel lainnya